my friend my inspiration
Hello guys.....welcome back to my blog
Sebelumnya assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.......
Kali ini di blog ku aku akan mendeskripsikan salah satu sahabat ku melalui biografinya..oke langsung aja
Selamat membacaš
Aku memiliki sahabat yang luar biasa dan juga menjadi motivator ku . Dia juga orang yang berharga dalam hidupku selain orang tua dan keluarga ku . Dia adalah Ratih Nur Ikhsani , tetapi aku lebih suka memanggilnya dengan sebutan pucuk. Dia dilahirkan pada 31 Januari 2002 di Pemangkat, Kab. Sambas. Dia adalah anak dari pasangan bapak Abu bakar dan Ibu Mimi. Alamat rumahnya yaitu di desa Semparuk , kab. Sambas. Dia adalah anak kedua dari 3 bersaudara . Kakak perempuan nya bernama Ririn Nurfajrini dan adik perempuannya bernama Rifka Nurul Aini , mereka bertiga memang perempuan semuanya .
Ratih adalah anak yang penurut dengan
orang tuanya , dia termasuk anak yang dekat dengan kedua orang tuanya, dia selalu
bercerita kepada orang tuanya, anaknya jujur. Dia memiliki hobi sekaligus kemampuannya yaitu
di bidang berjualan . Ratih orang yang kreatif , selalu ada ide yang muncul
dalam pikirannya. Dia anaknya rajin, pintar, bersih, pandai memasak, cantik dan sholehah pula .
Ratih anak yang aktif dan berwibawa semasa
diasrana di MAN IC ia menjadi pengurus asrama di bidang ubuddiyah (
peribadatan) , menjadi sekretaris di kelas, aktif di kegiatan alam seperti
pramuka dan Saka Bakti Husada di Puskesmas Terigas Kab. Sambas. Tak hanya
disekolah ataupun asrama , Ratih juga aktif di kepengurusan Masjid di dekat
rumahnya disemparuk yaitu aktif di remaja masjid disana.
Singkat tapi berharga……
Mengapa aku memilih dia sebagai biografi
ku kali ini karena dia tak hanya sahabat ku tapi sudah ku anggap seperti
keluarga layaknya seorang kakakku.
Cerita persahabatan kami dimulai sejak
kami menjadi teman satu sekolah hingga menjadi teman satu kamar. Yaitu
sama-sama menempuh Pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Sambas.
Yang awalnya aku memanggil nya Ratih hingga sekarang aku lebih suka dan akrab
memanggilnya dengan sebutan “Pucuk” . Panggilan tersebut memang sudah menjadi
panggilan khasnya dari SMP tapi, tak banyak yang tau dan Ketika nama itu muncul
dan aku keterusan memanggilnya dengan sebutan itu dan dia juga tak keberatan
aku panggil dia dengan sebutan itu. Aku sangat bersyukur memiliki sahabat seperti dia yang begitu baik, pengertian,
tulus, perhatian dan begitu mencintai ku seperti saudara perempuan ku.
Persahabatan kami dipenuhi banyak cerita. Kami berbagi suka dan duka bersama. Tak dapat dipungkiri dalam sebuah hubungan pasti ada tawa yang terkadang diselingi air mata. Terkadang di antara kami juga timbul pertengkaran satu sama lain karena perbedaan pendapat yang menimbulkan kesalahpahaman. Tapi aku bersyukur, itu tidak menghancurkan hubungan persahabatan yang telah kami bina kurang lebih 3 tahun ini. Ya walaupun terkesan masih muda tetapi 3 tahun inilah yang sangat berharga bagiku.
Ketika ada
masalah dia selalu menegurku dan memang orangnya ceplas – ceplos tetapi dengan
begitulah kami bisa menyelesaikan kesalahpahaman diantara kami. Dan memang
bagiku dia lebih dewasa dari ku bukan hanya dari usia tapi dari pola pikirnya.
Tak jarang
aku membuatnya kesal tetapi dia tetap mau berteman dengan ku , yang mau
menerima segala kekuranganku dan tak jarang juga kami berkeluh kesah dengan
masalah yang mungkin hampir sama kami rasakan.
Dan Ketika
ada waktu libur sekolah dulu seperti libur yang tak lama seperti beberapa hari
atau seminggu aku jarang pulang ke daerahku dan aku selalu diajaknya pulang
kerumahnya dan begitu juga dengan keluarganya, menerima ku dengan sepenuh hati
bahkan aku merasa seperti anggota keluarga mereka. Dan diwaktu libur inilah
kesempatan kami untuk jalan-jalan seperti ke Mall, ke pasar, belanja bahkan
sampai hal yang tak penting pun kami lakukan yang penting kami selalu berdua .
tertawa bahkan sedih bersama ,
Sungguh, hal-hal tersebut masih menjadi kenangan indah yang tidak bisa
kulupakan sepanjang hidupku. Waktu yang begitu cepat berlalu seakan-akan
membuat ku merindukan semua hal yang pernah kulewati bersamanya
Ratih
memang orang terdekat ku selama aku disambas
Dia selalu memberikan ku kritik dan saran. Dia seperti alarmku yang selalu mengingatkan ku Ketika aku lupa
seperti hal kecil yakni makan, sholat wajib maupun sunnah, puasa sunnah, dzikir
pagi dan sore, bahkan sampai aku harus minum obat pundia ingat, itulah
sebbabnya aku mengatakan dia seperti alarm ku Ketika diasrama. Ratih adalah
orang yang sangat perhatian dengan ku . Ketika aku sakit diasrama dia yang
mengurus ku , ya seperti bukan teman lagi tapi layaknya seperti kakak dan adik.
Kemana mana kami selalu berdua , pergi sekolah, pulang ke asrama, makan , tidur
dan pergi ke masjid hampir setiap kegiatan dan keseharian ku selalu bersama nya. Dia yang selalu menemaniku disaat aku
sangat membutuhkan dukungan .
Ratih yang
mengajarkan ku banyak hal dari sesuatu yang tak ku ketahui hingga aku paham
akan hal itu. Dia yang memberiku semangat Ketika aku down bahkan disaat
terburukku. Dan juga dia mengenalkan ku akan budaya yang ada di Sambas, dari
makanan, adat- istiadat, hingga tempat-tempat yang sangat istimewa.
Hal yang
sangat aku kagum akan dirinya selain ibadahnya yaitu dia sangat senang berbagi
makanan entah itu disekolah hingga ke asrama. Dia setiap pulang kerumah dan
Kembali keasrama tentu dia membawa buah tangan tak pernah ketinggalan itu,
seperti cemilan ringan, minuman, rujak, buah-buahan hingga kue khas yang ada di
sambas. Itu adalah hal sangat indah yaitu berbagi Bersama. Tak heran aku
menjadi sahabatnya juga merasakan kebahagiannya.
Dia juga
mengatakan satu hal yaitu “ aku senang melihat teman-temanku makan dengan lahap
makanan yang aku bawakan itu, karena kebahagiaan itu adalah melihat orang lain
Bahagia” kata-kata itu yang menjadi inspirasi nya. Karena itulah dia paling
senang membawa makanan dan berbagi Bersama.
Dia adalah sosok teman yang sangat
menginspirasi ku , teman yang selalu menegur ku ketika aku salah dia memiliki
cara tersendiri dalam menegurku walaupun orangnya blak-blakan tetapi itu yang
membuat ku bahwa dia orang yang berharga dalam hidupku.
Dia juga teman hijrah ku, dia yag
mengajariku bagaimana berpakaian syar’i, memberitahuku hal yang boleh dan tak
boleh ku lakukan itu semua yang membuatku kagum akan dirinya.
Sekarang jalan hidup kami sudah berbeda ,
Dia sekarang melanjutkan ke pondok Tahfidz disalah satu Pondok Tahfidz di
Pontianak, Kalimantan Barat. Ya memang kami sekarang sudah berbeda, dia
melanjutkan cita-citanya yaitu menjadi seorang Hafidzah 30 Juz . Dan aku bangga
padanya dia serius menekuni apa yang memang ia impikan dan ingin membahagiakan
Orang tua nya.
Comments
Post a Comment